Home > Lesson of Life > Tidak Perlu Orang Lain

Tidak Perlu Orang Lain

December 27, 2011 Leave a comment Go to comments

Nama maskapai penerbangannya Garuda Indonesia.

Sebuah maskapai flag carrier dari Indonesia. Bayangan setiap orang yang terbang menggunakan maskapai ini adalah penerbangan yang nyaman, mewah dan tidak pernah terlambat.

Itu anggapannya

.

Ada satu lagi maskapai lainnya. Namanya Lion Air.

Murah (begitu katanya, meskipun tidak selalu murah) dan jika tidak delay tidak Lion Air namanya.

Itu anggapannya

.

Kalau ia muda, dianggap kurang berpengalaman

Bila rambutnya beruban, dianggap terlalu tua

Kalau keluarganya besar, dianggap sebagai beban jemaat

Bila tak punya anak, ia tak bisa diteladani

Kalau suami/istri aktif, dituduh menonjolkan diri

Bila pasif, dianggap tak mendukung pelayanan suami/istri

Kalau khotbah sambil membaca, sangat membosankan

Kalau di luar kepala, itu tandanya tak mempersiapkan diri

Kalau ia melakukan pembaharuan dituduh sewenang-wenang

Kalau melanjutkan apa saja yang ada, ia dianggap boneka

Kalau khotbahnya banyak contoh, itu kurang alkitabiah

Kalau tidak khotbahnya terlalu tinggi

Kalau ia gagal menyenangkan hati seseorang, dianggap menyakiti hati jemaat

Kalau ia berusaha menyenangkan hati semua orang dianggap penjilat

Kalau ia terus terang di dalam kebenaran dianggap menyinggung perasaan

Kalau tidak, itu berarti ia pengecut

Kalau khotbahnya pendek, ia pendeta pemalas

Ia mesti bijaksana seperti burung hantu,

Gagah berani laksana rajawali

Bersedia makan apa saja kayak burung kenari

Ia mesti seperti seorang ekonom, politikus, pencari dana, penasehat perkawinan, bapak yang berwibawa, ibu yang mengayomi, sopir taksi yang ramah, orator ulung dan gembala yang aktif

Ia mesti melawat semua orang sakit, semua orang nikah dan semua orang mati.

Ia mesti bisa bergaul dengan semua anak-anak, remaja-pemuda, sampai orang tua

Ia mesti pandai berbicara dan menulis

Ia seorang pelayan yang harus mau merendah

Itu anggapan untuk seorang pendeta. (begitu menurut salah satu bacaan saat ibadah pengangkatan pendeta di salah satu gereja)

.

Pemirsa, berapa banyak anda punya anggapan-anggapan lainnya?

Saya punya banyak yang lain pemirsa.

Saya punya anggapan bagaimana seharusnya wanita itu bertingkah laku, bagaimana seharusnya orang tua membesarkan anaknya, bagaimana seseorang harus menggunakan hartanya, dan bagaimana – bagaimana lainnya.

Andai kata saya diberi 10.000 kata, tak bingung saya menghabiskan jumlah itu untuk menceritakan betapa banyaknya saya punya anggapan.

.

Sampai kemudian di suatu waktu, entah mengapa sepertinya harapan itu sangat sedikit yang terealisasi.

Menimbulkan pertanyaan “Do I set a higher standard while peoples live in their own life..not mine?”

Bisa jadi…

Bisa jadi seperti itu.

Bisa jadi standard itu adalah sesuatu yang menurut saya sempurna. Tidak bagi orang lain.

.

Berbarengan dengan hal itu, muncul sebuah pemahaman.

Bila ternyata orang lain tidak bisa hidup menurut standard ku.

Ternyata saya bisa hidup menurut standard itu.

Jadi saya bisa mengatur bagaimana saya harus menjalani hidup, bagaimana saya menggunakan uang, bagaimana saya memilih pasangan hidup dan sejuta bagaimana lainnya menurut standard saya.

.

Saya tidak butuh menjadi seorang rohaniawan untuk bicara tentang kasih

Saya tidak butuh menjadi seorang pelawak untuk menghadirkan keceriaan.

Dari pembicaraan santai tentang hidup sehari – hari dengan rekan, bisa menghadirkan tawa yang begitu dahsyat dan menggelegar.

Saya tidak perlu menunggu menjadi seorang tua untuk dapat berkarya dan punya kuasa.

Jadi, sebenarnya tak perlu orang lain.

.

Setiap anda dan saya bisa jadi apa yang ingin kita sebeneranya bisa menjadi kita ingini.

Begitu pemirsa menurut saya.

.

Well, finally it’s not really easy but it’s worthy for sure.

.

Seperti ada tertulis,

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Advertisement
Categories: Lesson of Life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.