Home > Lesson of Life > Aku Takut

Aku Takut

Sore, sekitar pukul 15.15 WIB, seorang ibu berhasrat menggebu untuk segera ke toilet pesawat.

Pesawat belum lepas landas. Penumpang terakhir baru saja masuk.

Si ibu terlibat pembicaraan seru dengan awak kabin. Entah apa yang dibicarakan.

Penumpang terakhir tadi ternyata duduk bersebelahan dengan si ibu.

Baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi, si ibu yang duduk bersebelahan sekonyong-konyong berdiri, bergegas ke toilet.

Macam permainan jungkat jungkit saja kelihatannya.

Saat satu sisi berada di bawah, sisi yang lain memantul, memindahkan posisinya ke bagian atas, pun sebaliknya.

Saat si ibu kembali ke kursi, penumpang terakhir tadi memulai pembicaraan ala kadarnya.

Dalam pembicaraan itu diketahui kalau ternyata si ibu berbicara intens dengan awak kabin karena ingin ditunggui oleh si awak kabin selama si ibu berada dalam toilet.

Si ibu ingin agar awak kabin siaga di luar toilet agar saat sewaktu – waktu si ibu terkunci di dalam toilet, ada yang bisa membukakannya pintu.

.

Sang ibu menderita phobia terhadap ruang tertutup yang sempit. Toilet lebih khususnya.

Lift tertutup tidak masalah. Toilet yang sempit macam toilet pesawat adalah ketakutan terbesarnya.

Tidak konsisten memang sepertinya. Toh ada pula lift yang sempit.

Ahhhh, mungkin si ibu belum pernah naik lift yang sempit. Atau kalau sudah pernah, mungkin dia memang tidak takut.

.

“Kau boleh kasih harimau, ular, buaya atau kau bawa aku ke tempat tinggi, aku tak takut. Hanya satu ku takut, toilet tertutup rapat dan sempit” begitu ujarnya.

“Nafas ku bisa tersengal-sengal, panik, pusing, pandangan gelap saat berada dalam toilet sempit. Ada solusinya kalau terpaksa toilet sempit itu harus kupergunakan. Kuyakin ada orang di luar sana yang akan menolong bilamana aku terkunci atau berikan sedikit jarak antara pintu dan bingkainya, sehingga ku bisa sedikit curi pandangan melihat ke luar toilet” lanjutnya lagi.

.

Si Telefon Genggam

Entah dari mana ide kreatifnya.

Bunyinya khas.

Cukup sederhana. Tak banyak hiasan pada pada nada.

Bunyi nada khas milik sebuah merk telefon genggam.

Di sebuah telefon genggam, bunyi itu sebagai penanda adanya sebuah pesan teks baru.

.

Suatu waktu, bunyi itu terdengar. Sebuah pesan teks tiba dengan selamat seusai menyebrangi lautan.

Pesannya singkat, “Apa ketakutan terbesarmu?”

.

Pikiran si empunya telefon genggam langsung berkelebat.

“Heeeemmm…apa jawaban yang tepat?” tanyanya pada diri sendiri.

Ini jawab si empunya telefon genggam.

“Hantu, anjing, ular, buaya….itukah yang dirimu maksud komandan?hehehehe..mohon maaf kalau jawaban tak berkenan :p”

Terkirim!!!

.

Tak butuh lama. Telefon genggam kembali bersuara yang sama.

Pesan baru dari si pe-nanya.

“bukan, misal takut sukses, takut keliling dunia, takut harga beras tak terjangkau. Seperti itu”

.

Pesan balasan

“oooo… aku takut ndak punya uang..banyak sih takut yang lain. Tapi itu yang terbesar sepertinya… hehehehehe”

Ketakutan si empunya telefon genggam berbeda dengan si ibu yang takut dengan toilet sempit dan tertutup.

.

Ketakutan tidak monopoli si ibu atau si empunya telefon genggam.

Banyak manusia lain yang pernah atau masih merasakan takut.

Mulai dari hal sepele, hal yang remeh, yang membuat orang lain bingung akan apa yang ditakutkan sampai kepada hal-hal yang jamak untuk ditakuti macam buaya, harimau atau sejenis makhluk tak kasat mata.

.

Entah mengapa ada rasa takut itu. Tak jelas pula untuk apa rasa takut itu ada.

Bisa jadi karena takut tidak mendapatkan sesuatu.

Mungkin juga karena merasa terancam dengan kehadiran sesuatu yang tidak di-inginkan.

Atau tidak adanya kepastian sehingga keberadaan / eksistensinya menjadi redup lalu padam.

Banyak kemungkinan itu. Yang pasti, ketakutan membuat perasaan tidak nyaman.

Ingin melarikan diri dari kenyataan. Resah. Khawatir.

.

Tidak sedikit kata – kata semangat diciptakan untuk memberanikan diri.

Umum juga banyak terapi atau metode penyembuhan penghilang rasa takut itu.

Semua dilakukan agar takut itu jadi sesuatu yang kerdil. Sesuatu yang bisa dikuasai bukan menguasai.

Sesuatu yang dapat diabaikan atau sebisa mungkin dihilangkan.

.

Kalau boleh dirasa, ketakutan tidak mengerjakan barang secuil perkara kebaikan.

Beberapa pendapat mungkin mengatakan karena ketakutan itulah orang menjadi kreatif.

Heeeemm, entahlah itu benar atau tidak.

Kalau saat kepepet, mungkin bisa jadi kreatif.

Lalu kalau takut??

Nah, mungkin sampeyan punya jawabnya, bisa jadi apa seorang manusia saat dia takut.

.

Seperti ada ujar-ujar tertulis tentang betapa tak bergunanya ketakutan itu,

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya

.

Terasa cukup relevan juga ujar-ujar ini. Umurku tak akan bertambah bahkan satu detik pun bila ku kuatir.

Kalau memang tak berguna menambah umur, mungkin tidak seharusnya pula seseorang kuatir.

.

Suatu waktu, akan pernah terselip senyum saat mengingat akan kekuatiran yang pernah terjadi.

Saat menoleh ke belakang, betapa bodoh dan tidak pentingnya punya ketakutan itu.

Dan betapa hina dinanya apa yang dilakukan saat ketakutan itu datang menguasai.

Buktikanlah bila anda tak percaya. :)

.

Dan pada akhirnya, untuk semua hal yang akan datang di depan, yang masih belum tampak ujungnya, biarlah ini menjadi pengingat untuk boleh menguatkan,

.

Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis–habisnya rahmat-Nya,

selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

“Tuhan adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.

TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.

.

Well, everything’s will be OK in the end. When NOT OK then it’s still not the end. :)

 

Advertisement
Categories: Lesson of Life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.