Home > New & Old > 2011 Wrap Up

2011 Wrap Up

Life is a journey not a destination

–Amazing, Aerosmith–

.

Tahun 2011 telah terlewati.

Tahun yang baru telah datang. Tak ada yang bisa melawan berjalannya waktu.

Banyak hal,  sangat banyak bahkan boleh terjadi di 2011.

Seperti Aerosmith nyanyikan dalam lagu berjudul Amazing, hidup ini adalah perjalanan. Bukan tujuan. Memang begitulah adanya bukan?

Kalau hidup adalah tujuan berarti saya sudah mencapai tujuan itu.

Saya sudah hidup pemirsa.

.

Nah, mengikuti sebuah tulisan di 2009, saiah mau cerita tentang tahun 2011.

Tak seperti 2009 Wrap Up, yang menceritakan tentang blog ini secara statistik, perjalanan di 2011 yang begitu banyak itu, saya sarikan dalam five fege’s top quote:

.

SATU

Beberapa orang menghabiskan waktu untuk mencari uang.

Sementara beberapa lainnya menghabiskan uangnya untuk mencari waktu.

Jargon “Time is Money” itu bukan omong kosong pemirsa.

Orang sibuk itu memang benar adanya di dunia persilatan dewasa ini.

Tahun 2011, frekuensi perjalanan menuju keluar kota cukup sering pemirsa.

Dalam perjalanan itu tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan selain tidur, mendengarkan musik dan memandang ke sekitar.

Beruntung bila ada orang yang diajak bicara, bolehlah sedikit berceloteh.

Kalau tak ada, diam membisu sepanjang perjalanan.

Saya tidak bisa membaca dalam perjalanan selain di dalam pesawat.

Pengaruh goncangan membuat kepala pusing bila dipaksakan untuk tetap membaca sehingga bila perjalanan dengan kapal / speed boat atau mobil, tak pernah lah bahan bacaan disenggol-senggol.

Nah untungnya, dalam sekian banyak perjalanan keluar kota itu, waktu perjalanan lebih banyak dihabiskan di dalam mobil dan di dalam kapal / speed boat.

Tak terasa dua sampai tiga jam hanya duduk sampai pantat panas karena tak bisa bergerak.

. 

Di suatu waktu, saat seluruh badan sedang panas dan mati rasa karena kesemutan itulah timbul pemahaman kenapa beberapa orang rela menghabiskan uangnya untuk membeli tiket Garuda Indonesia yang seringnya lebih mahal timbang maskapai lain.

Kepastian ketepatan waktu mungkin jadi pertimbangan banyak orang.

Siapa pula yang senang menghabiskan waktu berjam-jam menunggu pesawat delay di bandara.

Bukan untuk gaya pemirsa. Kepastian waktu jadi pertimbangan utama.

Ya, mungkin adalah sedikit kebanggaan bila naik Garuda Indonesia secara memang keren banget sihh..hehehehe.

.

Tidak sekali juga saya tak pikir panjang menggunakan uang sedikit lebih banyak agar bisa lebih banyak waktu yang saya punya.

Masih lekat dalam ingatan, betapa dulu saya berjuang untuk mencari tiket murah baik itu bus, kereta api atau pesawat untuk bepergian.

.

Sekarang?

Sekarang yang saya lihat pertama adalah waktu. Kapan waktu yang pas saya untuk berangkat.

Biaya ada di prioritas kedua. Bukan berarti saya tak berpikir harga.

Yang saya lakukan adalah, harga tak lagi jadi prioritas pertama.

. 

Tahun 2011 juga saya punya rencana backpack.

Sudah matang sekali pemirsa [rencananya].

Seperti layaknya terjadi, kebanyakan rencana, kebanyakan koordinasi, rencana hanyalah buah pemikiran belaka. Semua rencana backpack, tak ada yang terealisasi.

Dalam perhitungan saya, rencana backpack itu butuh setidaknya tujuh hari perjalanan.

Seluruh hari terjepit, cuti bersama dan libur nasional sudah diperiksa.

Tak ada yang cocok rasanya. Lagipula saldo tabungan tak cocok untuk sekedar membeli tiket pergi ke tempat tujuan.

.

Lengkap sudah penderitaan..

Waktu tak ada, duit pun binasa.

Hahaha *tertawa miris*

. 

Eh pemirsa, tentang waktu, di tahun 2011 saiah pernah tuliskan di Time Flies

.

DUA

Hati – hati dengan doamu

Tentang ini sudah saya ceritakan beberapa kali pemirsa.

Bukan satu doa yang dijawab “Iya” oleh yang dimohonkan doa.

Banyak pemirsa. Tak perlu dihitung lagipula tidak berguna juga dihitung karena pasti untung.

Nah, melihat kenyataan itu, malah saya jadi pikir-pikir kalau semisal saya berdoa, lalu dijawab “Iya” terus saya malah kerepotan dibuatnya, kan ga lucu to?

Kalau semisal dijawab “Iya” dan ternyata kerepotan, ya mau tak mau harus dijalani. Toh juga situ yang minta kan?hehehe.

. 

Eh omong-omong, doa itu juga bukan ajang tes atau semacamnya.

Ada beberapa orang yang saya kenal, melakukan semacam tes dengan doanya. Dia ingin motor balap, yang mewah pemirsa, Ducati!!

Dia bilang “harus di-imani dengan doa. Kalau aku sendiri saja tidak yakin, bagaimana dengan Tuhan.”

.

Saya tidak mau panjang lebar dengannya. Sebuah senyuman sudah cukup untuknya.

Saya juga tidak tahu apa yang membuat saya tidak mau berpanjang lebar dengannya.

Saya juga tidak tahu kenapa saya tidak berkata barang satu kata pun.

Yang saya rasakan, dia sedang melakukan semacam tes dengan doanya.

Dan saya benar-benar tidak setuju dengan itu.

. 

Itu bukan peristiwa satu-satunya pemirsa. Beberapa kejadian serupa tapi tak sama, pernah saya dengar.

Bagi saya, doa bukan untuk ajang tes.

Lagipula, hubungan dengan Tuhan bukan sebuah ajang “aku kasih ini, kamu kasih itu

Karena apalah yang bisa kuberikan?

Toh semua yang kupunya sekarang ini sebenarnya bukan milikku.

Sehingga sekarang saya sedikit agak antipati dengan pernyataan semacam “memberi sejumlah ini dan nanti akan dibalaskan berjuta-juta kali lipatnya.”

.

TIGA

Great man comes with great responsibility

Nah, ini adalah salah satu realisasi doa saya di tahun 2011.

Tahun 2011 adalah tahun pertama kali dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan dalam sebuah kasus.

Asli pemirsa, mendengar kata polisi, takutnya minta ampun.

Apalagi begitu membaca surat panggilannya, beuuhhh…aura intimidasi sangat terasa pada surat panggilan itu.

.

Beberapa hari sebelum kepergian memenuhi panggilan itu, tiba – tiba teringat dengan sebuah perkataan di film Spiderman.

Great man comes with great responsibility

.

Tidak ada orang besar dengan tanggung jawab biasa-biasa saja.

You have to be extraordinary to be an outstanding person.

.

Saat semakin hari semakin besar dirimu, semakin banyak tanggung jawabmu.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya.

.

Dan tanggung jawab itu bukan hal yang sepele pemirsa.

Mungkin dengan tanggung jawabmu, banyak orang tergantung padamu.

Bisa jadi dengan tanggung jawabmu, kau selamatkan banyak orang.

Banyak bisa jadi dan banyak mungkin lainnya.

. 

Akan ada suatu waktu kau rasanya ingin lari dari kenyataan hidup.

Sepertinya melarikan diri adalah satu-satunya penyelesaian akhir yang tersedia.

Tidak ada jalan keluar yang lebih menarik timbang berlari.

Nah, untuk kegiatan lari – lari yang satu ini, disini jawabnya.

.

EMPAT

Dua tangan lebih baik dibanding dua ribu perintah

Saiah belum pernah menceritakan hal ini di 2011.

Sudah ada draft tulisannya.

Draft dalam arti sebenarnya. Yang tidak layak baca pastinya dan belepotan sana sini.

Nah karena tulisan itu belum pernah saya ceritakan, akan saya ceritakan di bagian ini.

. 

Tersebutlah sebuah dusun di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

Nama dusun itu adalah Asam – asam.

Jangan tanya koordinatnya berapa? Karena saya pasti tanya balik, anda mau pakai koordinat UTM atau geografis atau yang lainnya?

Jangan tanya ada perkara apa disana? Apalagi tanya bagaimana mencapai kesana.

Yang pasti, saat tulisan ini dibuat, disana ada tambang batubara.

.

Heeeemmm….kenapa  daerah tambang batubara, ada namanya ASAM dan TANJUNG.

Di Sumatera Selatan ada Tanjung Enim. Di Kalimantan Timur ada Tanjung Redeb, ada Tanjung Selor dan ada pula Tanjung Bara. Di Kalimantan Selatan ada Tanjung, yang kesemuanya terdapat tambang batubara.

Di Sumatera Selatan, perusahaannya bahkan mencantumkan kata asam dalam nama perusahaannya. Sekarang di Kalimantan Selatan, tidak mau ketinggalan, sebuah dusun dinamakan asam-asam.

.

Info dari seorang teman yang pintar sangat, katanya begini

jadi ge, saat batubara diambil, dia mengeluarkan asam. Ketika asam ini masuk ke air dan menguap ke atmosfer lalu turun hujan, air yang jatuh ini mengandung asam

.

Heeem, mungkin dari itu, beberapa daerah tambang batubara menempel kata-kata asam.”

Nahh…anggaplah begitu pemirsa keadaannya. Kurang lebih ya mohon mangappp.

Jangan tanya kenapa batubara mengeluarkan asam. Saya pun tak tahu. Saya yakin teman saya yang pintar sangat itu mencuplik poin penting saja agar penjelasannya lebih simple dan tak membingungkan.

.

Di tempat bernama Asam asam inilah, saiah belajar bahwa dua tanganmu lebih berharga timbang dua ribu perintahmu.

Di sinilah saiah menyadari, segala sebutan engineer, gelar sarjana atau apalah itu tak begitu berharga. Semua itu hanya sebutan. Tak lebih tak kurang.

. 

Dua tanganmu itu begitu berharga karena dua tanganmu itu menceritakan dirimu lebih dari dua ribu kata dan memberikan tenaga untuk banyak orang.

Umumnya mereka tidak butuh banyak tenagamu. Seringnya aku pun tidak perlu meneteskan keringat.

Kehadiranmu disana yang menyelesaikannya.

Semua perintah yang dikirim dari ujung telefon sana berbeda hasilnya dengan perintah yang kau sampaikan secara langsung.

. 

Ah, tentang ini, ada sebuah perkataan yang bagus.

Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu., dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. -Matius 20 : 26 – 27-

.

Paradoks memang.

Menjadi sesuatu yang besar dengan menjadi kecil.

Saya pun sedikit ragu dengan perkataan ini dan akhirnya inilah saya.

Berusaha menjadi sesuatu yang besar dengan menjadi kecil [hammer]

.

Pemirsa, saiah bisa katakan, Tak perlu ragu dengan perkataan diatas.

Toh saiah adalah pelakunya.

Kalau masih tak percaya, boleh dicoba dengan biaya dan resiko ditanggung sendiri.

.

LIMA

Dear God, hidup ini kok lucu banget sih?

Yakk, ini dia penutup tulisan ini.

Pemirsa, apa pendapat anda tentang “Pria yang Menangis”

Banyak pendapat mengatakan pria tak selayaknya menangis. Menangis adalah kegiatan nista, hina dina untuk dilakukan oleh seorang lelaki.

Saya pun punya pendapat itu pemirsa.

Suatu hari, senior saya di ITS mengirimkan tulisan di sebuah group yang saya ikuti.

Ceritanya tentang menangis.

.

Begini cuplikan tulisannya. [klik disini untuk tulisan lengkapnya]

Tapi, ternyata para kesatria, rasul dan juga Yesus sendiri pun memberikan suatu contoh bahwa mereka pernah menangis !

Daud yang dikenal sebagai seorang pemberani, seorang pahlawan yang memenangkan ratusan perang, bisa menangis ketika mendengar berita bahwa Saul dan Yonatan sahabatnya mati.

Petrus yang terkenal dengan sifatnya yang menggebu-gedu, juga menangis tak kala dia teringat akan dosa dan kesalahannya menyangkal Yesus saat menjelang penyaliban-Nya di Golgota.

Yesus ? Hmm, Dia menangis ketika melihat Lazarus sahabat-Nya meninggal dunia sebelum Dia sendiri membangkitkannya dari kematian.

.

Beuhh, bahkan Dia pun pernah menangis.

Dan akhirnya menangislah saya di suatu malam tahun 2011.

Ini kegiatan menangis saya yang ke-empat selepas saya umur 17 tahun.

Waktu itu di sebuah kamar hotel di Tarakan saat sendiri. Saat menonton sebuah film.

Saiah menangis pemirsa.

Saiah tidak ada teman diajak bicara saat itu.

Saiah hanya bisa menangis.

Menangis dalam sepi.

.

Melihat film itu, Saiah menangisi kehidupan saya kebelakang.

Betapa baiknya beberapa orang terhadap saya.

Betapa jahatnya saya terhadap beberapa orang yang lainnya.

Dan betapa egoisnya saya terhadap orang itu.

Sungguh kejam dan tak selayaknya dilakukan.

.

Itulah mengapa sekarang saya kadang sedikit terintimidasi dengan orang yang mengatakan saya baik.

Baik itu harus konstan. 100% baik. Tidak ada baik kepada orang ini dan jahat kepada yang lainnya. 

Saya menganggap bahwa saiah ini adalah orang yang jahat.

Saiah hanya baik kepada beberapa orang saja. Dan lagipula, kebaikan itu tidak bisa saya banggakan.

.

Anda tidak setuju dengan pendapat saya? ya, sah – sah saja..hehehe.

Ah, lagi-lagi ada tertulis tentang hal ini 

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? -Matius 5 : 46-47-

 .

Berbuat baik itu bukan sesuatu yang perlu dideklarasikan. It’s human nature.

Manusia memang sudah seharusnya berbuat baik.

Kalau memang sudah seharusnya begitu, lalu apa yang bisa kau banggakan?

.

Kalau memang seharusnya sebuah pesawat berangkat pukul 10 tepat, tak seharusnya dia berbangga diri karena bisa berangkat pukul 10 tepat.

Memang dia tercipta untuk berangkat pukul 10 tepat.

Tak ada secuil pun kebanggaan dari berangkat tepat waktu itu.

.

Pun begitu dengan kita manusia.

Bukankah sudah seharusnya kita berbuat baik. Bukan begitu pemirsa?

Lalu, kalau ternyata kebaikan kita pun tak bisa kita banggakan, apalagi yang hendak kau banggakan wahai manusia *tersenyum sinis*

Ahhh, manusia memang lucu.

Tak punya namun membanggakan apa yang tak punya.

Tak punya namun meratapi apa yang hilang yang katanya punyanya.

Kalau baik baginya, dibilang baik. Kalau buruk baginya, dibilang buruk.

Eh salah ding pemirsa, mungkin manusia itu unik lebih tepatnya. Bukan lucu.

.

Nah, terkait dengan pria yang menangis tadi, kadang sebelum tidur, saya suka mengingat – ingat kejadian yang lalu.

Saya membayangkan bentuk muka saya saat menangis. Ahhh, pasti kusut parah.

Saya membayangkan apa yang saya tangisi, saya membayangkan penyebab saya menangis.

Saya malah jadi tertawa membayangkannya.

Aneh pemirsa. Untuk satu hal yang sama, aku bisa menangis dan aku bisa tertawa.

Ahh, entahlah. Aku pun tak mau repot memikirkannya.

.

Well, akhir kata, meskipun terlambat,

HAPPY NEW YEAR 2012 EVERYBODY.

GOD BLESS YOU AS ALWAYS

:)    :)   

Categories: New & Old
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.