Home > Apa Itu .....? > Teka Teki Silang

Teka Teki Silang

Sebuah surat kabar harian nasional berantakan di meja makan.

Meja itu telah mengalami alih fungsi.

Tidak ada sepotong makanan apapun di atas meja makan.

Ada kantung plastik yang entah bekas apa kantung itu. Ada kunci – kunci rumahnya.

Ada jam tangan pula.

Dan ada pula tumpukan buku bacaan yang tak pernah tuntas dibaca.
Dia suka membaca loncat-loncat seperti kangguru di padang. Loncat kesana kemari.

Aktivitas membacanya pun aneh. Membaca dari bagian belakang buku baru ke depan. Seperti hewan undur – undur yang berjalan kebelakang.

Mungkin itulah kenapa tidak pernah tuntas sebuah buku dibacanya.
Dia sudah tahu apa yang akan menjadi akhirnya. Tidak sabar.

Terburu – buru ingin menyesap kenikmatan.

.

Ada juga charger dari tiga jenis gadget yang berbeda tergeletak di meja makan itu.
Gaul coyy, begitu istilah kebanyakan orang untuk pemilik tiga jenis gadget berbeda.

Dia punya pemahaman sendiri untuk ketiga gadget itu.

Kebutuhan profesi, adalah alasannya membeli tiga buah gadget itu.
Sebuah alasan yang congkak bagi beberapa orang.

Surat kabar harian itu belum dibaca tuntas pula. Hanya iklannya yang sudah dibaca tuntas. Matanya awas melihat apabila ada program promo potongan harga.

Nafsu membeli seringnya mengalahkan jumlah penghasilan yang bisa diperoleh.

.

Iseng dibuka kembali surat kabar harian nasional itu hingga pada sebuah halaman, ada Teka Teki Silang tercetak disana.

Pulpen di atas meja dalam jangkauan tangan sekonyong-konyong berpindah tangan ke tangan kirinya.

Mulai lah dia berkomat – kamit. Serius mengerjakan teka – teki silang.
.

1 mendatar, 7 kotak, Air terjun terkenal di Amerika.

Tangan kirinya cepat menuliskan, NIAGARA

12 mendatar, 6 kotak, Sungai di India

GANGGA

Dua kotak dalam kurang tiga puluh detik sudah terisi.

Matanya tertuju pada kotak menurun yang telah terisi melalui dua jawaban sebelumnya.

2 menurun, 4 kotak, Bersemangat

Sudah ada huruf “G” pada kotak pertama dan huruf “A” di kotak ketiga.

Matanya menyapu langit – langit rumahnya. Selesai tiga kali sapuan, tangan kirinya bergerak.

GIAT, dia tersenyum.

.

Belum dituliskan kata itu pada kotaknya. Dia butuh konfirmasi terakhir.

Konfirmasi dari 16 mendatar, 4 kotak, Sabit.

Langsung terlintas di pikirannya, BULAN.

Ahh… B U L A N, 5 kotak. Salah!!

Ada lagi yang lain. ARIT. Masih banyak kemungkinan lain. Alternatif jawaban saat ini hanya ARIT. Pas. Tepat 4 kotak.

.

Dia butuh konfirmasi lain. Dilihatnya seksama Teka Teki Silang itu.

Fokusnya tertuju di 12 menurun, 9 kotak, Selat antara Eropa dan Afrika.

Ahaaa!!!!

Ini pasti. Tidak ada alternatif lain.

Cepat dituliskannya. GIBRALTAR.

Cocok. 9 kotak.

Setelah mengisi 9 kotak itu, perhatiannya kembali pada 16 mendatar, 4 kotak.

Sudah ada huruf “I” dari kata GIBRALTAR. 3 kotak kosong tersisa. Alternatif jawaban ARIT sepertinya bisa digunakan. Dituliskannya ARIT di kotak 16 mendatar.

Lanjut kembali ke 2 menurun, 4 kotak. Sudah 3 kotak terisi. Huruf pertama G, huruf ketiga A dan huruf terakhir T.

Tak lain tak bukan. Jawaban untuk 2 menurun adalah GIAT.

. 

Berbarengan dengan menulis jawaban 2 menurun, telefon genggamnya berbunyi.

Tangan kiri masih memegang pulpen, tangan kanan menjangkau telefon genggamnya.

Sebuah pesan singkat.

“hai..hai..juga yang disana. Belum tidur lah. Baru juga jam segini, masak sudah tidur. Malu sama kasur kalau jam segini sudah tidur, hehehe”

.

Dibebaskan tangan kirinya dari jeratan pulpen itu.
Sekarang kedua tangannya sudah menempel di telefon genggam itu.
Siap mengirimkan pesan balasan.

“hohoho…siiip lah kalau begitu. How’s life? Aman terkendali segala sesuatunya?”
.

Tak butuh lama kembali telefon genggam itu berbunyi.

Akibat pesan singkat itu, perhatiannya sudah tak pada teka – teki silang di surat kabar.
Matanya tertuju kepada telefon genggam itu.

“Aman. Agak kurang fit sih but overall sehat. Terkendali?hehehe, tidak segala sesuatunya terkendali. Ada bbrp hal yg tak bs ku kendalikan. Out of my control.”

.
Cepat dibalasnya pesan singkat itu.

“Weeee…semoga cepat baikan yah. Istirahat yg cukup. Makan yg banyak. Out of your control?gimana tuh definisinya?dong..dong..agak bingung maksudnya”

.
Setelah balasan pesan singkat itu terkirim, waktu berjalan lambat. Sangat lambat.
Kecepatan respon manusia di sana dalam membalas pesan singkat tak sebanding dengan kecepatannya membalas pesan.
Menunggu terasa begitu lama dan membosankan.

Jam dinding warna warni diatas televisi seolah mengejeknya.
Jarum detik berputar santai. Tak ada yang diburu, tak ada yang ditinggalkan.
Hatinya berdendang, menyanyikan sebuah lagu lama sembari melihat jarum detik itu berputar.

“jam dinding pun tertawa, karena ku hanya diam dan membisu.

Ingin kumaki diriku sendiri yang tak berkutik di depanmu”

.
Baru lima menit berlalu, dia sudah kepanasan.

Bukan cuaca panas karena di luaran sana masih hujan begitu deras. Pikirannya sudah memanas.

Teka teki silang yang tadi sempat terabaikan, mau tak mau mulai dilihat kembali.

Tangan kirinya mengambil pulpen. Melanjutkan mengisi teka teki silang.

.
15 menit berikutnya, 2 pesan singkat masuk berturutan.

“Ya out of control.
Ternyata ada beberapa hal di hidup ini yang tidak bisa kamu kontrol.
Seperti kesukaanmu memancing ikan.
Memancing adalah hal yang sepenuhnya tidak bisa kamu kontrol.
Orang bilang untuk mendapatkan ikan ini harus pakai umpan ini.
Cara memancingnya harus seperti ini.
Nah, ternyata kenyataannya tidak semudah mereka katakan.
Toh beberapa dari mereka yang berkata seperti itu, tidak mendapatkan ikan.
Mungkin ikan di kolam tahu mereka perlu sedikit angkuh untuk tidak tergoda dengan umpan picisan yang biasa disajikan.
Memancing butuh sedikit keberuntungan.
Memancing tidak semudah seperti iklan umpan pancing di televisi.”

Itu pesan pertama yang sampai di telefon genggamnya.

.

Pesan kedua yang tiba, begini isinya:

“Sama seperti hidup.
Rasanya hidup butuh dibubuhi sedikit keberuntungan.
Tidak semua bisa masuk dalam genggaman kuasa kontrol mu.
Saat keberuntungan menari diatas hal-hal yang mulanya kau yakin dan percaya tak dapat kau kontrol.

Saat ada sesuatu yang tidak bisa kau kontrol dan kau memahami dalam keadaan tak begitu beruntung, kadang takut, cemas dan khawatir menyergap.
Melumpuhkan.

Memberimu ketakutan begitu masif.
Menyesakkan.

Bahkan untuk sekedar bernafas secara leluasa pun kau harus melakukannya secara perlahan. Sedikit demi sedikit mengisi ruang paru-parumu.
Bernafas dalam sunyi.
Menyembunyikannya sedemikian rupa.

Seolah bernafas itu adalah hal yang terlarang.
Nista dan hina bahkan untuk sekedar dipikirkan alih alih dilakukan”       

.
Dirinya terdiam. Membisu, terpaku di kursi.
Pulpen di genggaman tangan kirinya berhenti bergerak.
Dua bola mata memandang cermat dua buah pesan –seharusnya– singkat namun panjang yang diterimanya.
.

“Heii..ini seharusnya pembicaraan yang santai dan ringan. Bukan pembicaraan berat macam ini. Aku hanya bertanya apakah engkau sudah tidur? Bagaimana kabarmu? Kau jawab dengan hidup butuh sedikit keberuntungan. Ahhhh, apakah ada yang salah dengan pertanyaanku” dia bergumam sekaligus menggerutu.

.
Lama dia terdiam, mencerna kata demi kata. Sampai suatu waktu, jarinya membalas.

“eh, aku sedang mengisi TTS. Hidup ini mungkin seperti mengisi TTS.
Ada banyak kotak kosong yang harus diisi.
Ada pertanyaan untuk setiap kotak kosong yang tersedia.
Kadangkala kau begitu yakin dengan rentetan kotak yang kosong itu.
Sehingga tak ada perdebatan apa yang harus kau isi di kotak itu.
Hanya ada satu jawaban dan itu pasti benar.
Itu mungkin yang kau sebut dengan “segala sesuatu ada dalam kontrolmu”.

Ada kala, kau harus menunggu beberapa huruf terungkap lebih dulu sebelum bisa menyelesaikannya.
Bisa jadi kau tidak tahu jawabannya atau untuk memastikan bahwa kau tak salah.
Di sini, mulai ada hal yang tak bisa kau kontrol sepenuhnya meskipun sesuatunya masih berjalan baik.

Belum selesai sampai di situ.
Terkadang kau sudah begitu yakin dengan pertanyaan yang ada..
Sudah kau tuliskan jawabmu di kotak itu.
Hingga kemudian kau harus mengisi di kotak – kotak kosong lainnya yang terkait dengan kotak itu, ternyata eh ternyata, jawabmu salah.
Kau harus sediakan penghapus, atau harus kau coret jawabmu yang lama dan sisipkan jawabanmu yang baru di sisa kotak yang tersedia.
Nah, untuk hal ini, apa kau sebut?

Terakhir, ada beberapa kotak yang tetap kosong melompong.
Sudah ada beberapa huruf muncul disana namun tak segera kau mengisinya.
Karena memang kau tak tahu jawabnya.
Butuh orang lain.
Butuh bantuan dari luar untuk membantu mengisinya.
Mungkin itulah yang kau sebut “hal yang tak bisa kau kontrol”.

Btw, lalu apa kesimpulan pembicaraan kita malam ini? Hahaha, absurd!!

.
Send!!
Failed.
.

Resend Message!!
Failed.
.

Resend Message!!
Failed
.

Cek pulsa.

Pulsa anda Rp. 45.

.  
Baiklah kalau itu memang maumu.

Waktunya tidur!!

Dengan kesal, dia taruh telfon genggam itu di meja makan.

Categories: Apa Itu .....?
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.