Hari Ibu (ibu) ?

Posted in Nyerocos ga karuan by fege on December 22, 2009

Memori saya untuk masalah hari-hari besar semacam hari ibu, sedikit berantakan. Sama berantakannya seperti saat menghafal urutan tingkatan pramuka. Yang saya ingat hanya Penggalang, Pemandu, dan Siaga (eh, ada engga sih tingkat seperti yang saya sebutkan tadi ??)…….hanya tiga itu saja yang saya ingat, itupun kalau tidak salah.

Tanggal 17 Desember 2009, pertama kali dengar kata-kata Hari Ibu. Mendengar dari sambutan Dirut yang mengucapkan Hari Ibu. Saat mendengar itu, sontak saya terkaget-kaget, perasaan sebelum tanggal 17 Desember kemarin, tidak ada acara Hari Ibu. Tidak ada bau-bau nya bakalan ada Hari Ibu sebelum tanggal 17 Desember, lahh kok ini si Om Dirut malah ucapin Selamat Hari Ibu.

Namanya juga kaget, ya engga usah lama-lama to. Sesaat itu ingin cari tahu sesaat kemudian lah justru keinginan untuk mencari tanggal pasti Hari Ibu justru terlupakan. Nah baru tadi pagi teringat kembali. Saat lihat berita pagi, ada berita tentang Hari Ibu. Nah lo….ternyata Hari Ibu nya baru ada ne..namun saya masih belum ngeh juga kalau hari ini (22 Des) merupakan Hari Ibu.

Barulah setelah di kantor, liat betapa bejibunnya orang mengucapkan Selamat Hari Ibu. Plurk Trend pun mencatat kata “Mother’s Day” cukup banyak digunakan hari ini.

Eittsss…tapi tunggu dulu. Pada tanggal ini, menurut catatan Wikipedia, hanya Indonesia yang merayakan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Kebanyakan negara selain Indonesia merayakan Hari Ibu pada hari Minggu, Pekan Kedua Bulan Mei. Jadi trend Plurk yang cukup ramai hari ini, dapat dipastikan merupakan pengguna user dari Indonesia atau ada bau-bau Indonesia nya.

Sekali dua kali baca ucapan selamat tersebut, masih biasa saja…lama kelamaan, malah jadi eneg. Hohohoho..saya tidak sendirian ternyata. Sejauh sepengelihatan saya ada tiga tulisan yang senada dengan saya.

 ada apa dengan hari ini??? kenapa semua jadi jatuh cinta sama ibunya sendiri…ckckckckkk…kiamat [memang] sudah dekat….

Kalau comment ini, mungkin segera ingin akhir jaman. Jadi ucapan Hari Ibu didefinisikan sebagai tanda-tanda kiamat sudah dekat.

 mo ucapin met hari ibu lwt FB kok percuma…lha ibuku ga dwe FB je..

kalau yang ini, orang yang realistis.  Ndak mau percuma mengucapkan ucapan untuk orang yang pasti tidak sampainya, dia lebih memilih merenung dan sadar dengan keadaan ini.

D hari ibu, bnyk org yg mngungkapkan kasih sayang k ibuny… Knp cm d ungkapkan skali staun? Bner2 mnyedihkan…

Kalau yang ini mungkin ingin ambil posisi oposisi. Di saat semua orang ucapkan selamat Hari Ibu, dia memilih untuk mengambil jalan berlainan.

Kenapa tiga tulisan diatas yang dapat kehormatan untuk nampang di blog saya yang lagi musim salju ini? Yahhhh..itu kan udah tak kasih tahu diatas. Saya jadi eneg ngeliat segala ucapan tersebut. Tulisan terakhir yang saya kutip, jika saya jadikan hitung-hitungan kuantitatif, mungkin mewakili 20% perasaan saya. Sedangkan tulisan yang kedua, mewakili 80% sisa suara hati untuk masalah ucap-mengucapkan Selamat hari Ibu.

Kenapa 20%?

Saya setuju memang mengungkapkan Sayang kepada Ibu setahun sekali memang menyedihkan.

Kenapa 80%?

Yang lebih menyedihkan lagi adalah sudah setahun sekali diucapkan sayang itu….lahhh, kok malah diucapkan di FB, yang mana notabene nya si Ibu tidak punya FB. What a pitty you are mom..

Okelah kalau begitu..

Sekarang beralih ke hal lain tentang bagaimana Hari Ibu itu ada. Sumber saya dari Wikipedia untuk masalah beginian. Meskipun wikipedia merupakan perpustakaan yang semua orang bisa memberikan tulisannya, pada kasus ini, saya percaya dengan apa yang dicatat oleh Wikipedia.

Saya ambil contoh yang ada di Indonesia saja ya. Ini kutipannya dari Wikipedia

 ………. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa………

Hari ibu di Indonesia diawali dengan pertemuan para wanita (entah sudah menjadi ibu-ibu atau masih men-jomblo) dalam upaya perbaikan kualitas bangsa. Nah kalau ditarik lurus dengan bayangan kata ibu, jadi sebenarnya agak kurang cocok (menurut saya). Lebih cocok sebagai Hari Perempuan ketimbang sebagai Hari Ibu. Karena tidak ada seorang wanita di dunia ini yang layak menyandang julukan Ibu selagi dia masih belum menikah. Perkara anda-anda di kantor, kemudian dipanggil Ibu padahal masih single, itu di luar pembicaraan ini.

Lalu kalau ada seorang wanita yang tetap memilih jalur single dan sekarang umurnya telah 45 tahun, saya harus panggil apa?

Mbak? — Kurang ajar banget saya.. —

Ibu? — Itu saya rasa jawaban yang paling tepat. Tapi bukan definisi Ibu ini yang saya maksud. —

Ehhh…anda masih ngotot ne dengan saya tentang definisi ibu..xixixi…

Tenang bosss…silahkan lihat disini dan kita lanjutkan pembicaraan kita. Panggilan ibu dapat digunakan pula sebagai pangilan takzim untuk wanita yang belum bersuami, itu penjelasan yang dikatakan oleh link tautan yang saya berikan pada kalimat sebelum ini.

Lalu kenapa pertemuan para perempuan tersebut kemudian menjadi Hari Ibu, saya tidak tahu.

Yang saya tahu ibu itu memang berjasa dan begitu pula ayah dalam caranya masing-masing. Makanya ada beberapa negara yang memiliki Hari Ayah (Father’s Day).

Ibu dan Ayah adalah dua organisme yang bekerjasama untuk membentuk sebuah keluarga teladan. Ayah yang “dikutuk” untuk mencari makan dari tanah yang diusahakannya dan ibu yang susah payah saat melahirkan merupakan satu contoh yang tidak dapat kita pungkiri dari jasa-jasa dua manusia itu.

Lalu apa kesimpulan dari tulisan ini? Tidak ada…hehehe

Sebenarnya saya hanya ingin menampilkan 3 kutipan tulisan teman saya diatas.

Selebihnya?? Hanya bunga-bunga tulisan saja. (see, I’m getting like woman when telling about something).

 ——————–

Lagipula kalau saya ucapkan Selamat Hari Ibu disini, apa iya Ibu ku baca ucapan saya. Kecil kemungkinannya bukan?

Wong saya tahu ibu saya bukan orang yang internet addict macam anaknya yang satu ini.

Advertisements
Tagged with:

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. oche said, on December 22, 2009 at 6:35 pm

    sebelum bikin status fesbuk saya pagi2 buta telpun ibu rapegeeeee 😛
    tiap hari jg smsan iseng sama emak,,

    anihow,,bener juga kalimat berikut ini:
    >>Yang lebih menyedihkan lagi adalah sudah setahun sekali diucapkan sayang itu….lahhh, kok malah diucapkan di FB, yang mana notabene nya si Ibu tidak punya FB. What a pitty you are mom..

  2. oche said, on December 22, 2009 at 6:49 pm

    komen lagi ah,biar banyak,hahaha :))

    terlalu dini men-judge bahwa ucapan setahun sekali itu berarti cinta yg jg setahun sekali.
    smg aja status yg ada di fesbuk itu bentuk doa ge.

    saat kita berdoa,ibu-pun ga perlu tau kalo kita doa buat dia,iya toh?
    itu yg namanya ketulusan.

    mo bikin status di fesbuk ato engga,mari bertanya pada diri sendiri.dalam sehari berapa kali doa buat ibu?hehehe

    si eike sering bikin puisi buat ibu,dan ga penting apakah si ibu ngebaca puisi2 ituh..

    upaya pembelaan karena saya jg bikin status gitu,hahahahha :malu:

    seperti juga matahari yg tak perlu tahu bulan merindukannya.
    *kalimat terkahir mengandung racun,waspadalah*

  3. Naja Raya said, on December 22, 2009 at 8:11 pm

    komen juga ah…biar jadi semakin rame 😀
    1. Fege dan wikipidia betul, 22 desember emang hari ibu-nya Indonesia aja,asik ya kita di kasih privilege untuk nentuin tanggal sendiri!!
    2. Oche bener,status di FB juga bentuk sayang kita ke ibu–> entah dalam kada berapa persen ya..
    3. Pokoknya, nikmatin aja deh hari ibu ini, cuman setaun sekali, itu intinya buat ngingetin kita2 yang suka lupa bilang makasih ke emak kita. Emang cinta kita ga cuman setaun sekali, tapi seringkali kita lupa buat bilang makasih buat orang yang paling deket sama kita.
    4. Kepanjangan ya komenku? yo wis lah..ga po po.. 😀 Selamat selalu mencintai ibu ya ge…

  4. fege said, on December 22, 2009 at 9:15 pm

    @oche
    speechless saya membacanya.
    Hanya bisa ucapkan terima kasih untuk komennya che. 🙂

    @naja (kok janggal manggilnya begini)
    oke lah kalau begitu.. ^_^
    *masih speechless dengan jawaban kalian berdua*

  5. iLLa said, on December 22, 2009 at 10:22 pm

    hakhakhak… sayah juga tadi sempat tergoda mw nulis status ttg Ibu, tapi kesini2nya jadi malas, kek ikut2an gitu sm yg lain (ampoon, ini menurut iLLa loh) Jadi sayah milih buat tulisan ajah.

    dalam hal ini mungkin kita sama ge, males untuk tampil seperti kebanyakan orang. Tapi di postingan, saya tetap mengucapkan hari Ibu. *lho*

  6. 2009 Wrap Up « said, on January 10, 2010 at 12:17 am

    […] namun kunjungan harian terbanyak tercatat pada Bulan Desember. Pada hari saya menuliskan tulisan Hari Ibu (ibu)?, dimana jumlah kunjungan mencapai 50 […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: