Brain Games

Posted in New & Old by fege on July 8, 2017

Ada sebuah acara.

“BRAIN GAMES edisi Addiction” namanya.

Tayangan yang menampilkan tentang fenomena yang terjadi pada otak manusia.

Di sebuah segmen ada hasil penelitian yang menarik bagi indra.

Sepuluh anak sekitaran umur 6-8 tahun diajak mengikuti sebuah permainan.

Mereka akan diberi tugas yang ringan. Tugasnya adalah mereka akan ditempatkan dalam satu ruangan bersama dengan permen kapas yang enak.

Mereka akan ditinggalkan sendirian di dalam ruangan selama 15 menit dan permen kapas tersebut tidak boleh mereka makan.

Imbalannya bila 15 menit mereka berhasil tidak memakannya maka mereka akan mendapatkan tambahan dua buah permen kapas lagi.


.

Pengujian pun dijalankan.

Skipppp….skipppp…. Sampai 15 menit kemudian….

Ternyata hampir semua anak telah memakan permen kapas tersebut.

Hanya beberapa anak yang tidak memakannya.

.

Setelah pengujian, dilakukan analisa terhadap anak- anak tersebut.

“Kenapa mereka memakannya? Padahal mereka tahu akan ada imbalan yang lebih besar jika mereka bisa menahan tidak memakan kue tersebut selama 15 menit”.

Jawabannya adalah

“Mereka tidak kuat menahan godaan ingin segera mencicipi permen kapas itu”

.

Pemirsah,

Apakah anda juga pernah mengalami hal yang serupa?

Anda menginginkan sesuatu. Sangat menginginkannya hingga setengah mampus.

Dan….

Anda harus mendapatkannya sekarang. Saat ini juga.

Tidak mau menunggu imbalan yang lebih besar.

.

Lalu…….

Ketika anda mendapatkannya…

Blammmm!!!!

…….kuciwa para penonton……

Karena ternyata kenyataannya tidak sedahsyat yang anda bayangkan.

.

Saiah pernah pemirsah.

Dan masih sangat mungkin terjadi di hari-hari mendatang.

Rasa yang muncul ketika mengetahui bahwa kenyataan tidak seiindah yang diharapkan adalah…

K.    E.    C.    E.    W.    A

Hilang rasa berdebar, gelisah, penasaran ketika kecewa mendatangi tanpa permisi.

.

Dari tayangan BRAIN GAMES itu, saiah sampai pada sebuah kesimpulan.

Otak manusia memberikan dorongan, sensasi ajaib kepada manusia untuk mendapatkan sesuatu, untuk belajar sesuatu yang baru.

Sayangnya sensasi ajaib yang sama tidak muncul ketika telah mendapatkannya.

Keseruan hidup yang distimulasi oleh otak adalah keseruan yang diciptakan saat waktu dan proses mengejar atau usaha memperoleh sesuatunya.

Bukan keseruan karena mendapatkan sesuatu itu.

.

Itulah mengapa muncul istilah “sudah dapat hati masih minta jantung”.

Mungkin manusia tidak perlu sesuatu itu.

Tapi….

Sensasi yang timbul saat berusaha mendapatkan sesuatu itulah yang mendorongnya untuk bertindak.

Menciptakan adiksi mengejar sesuatu.

Berakhir kecewa.

.

Penutup:

Apakah anda tahu bagaimana bisa ada anak yang tidak memakan kue itu?

Anak yang tidak memakan kue karena sang anak pergi keluar ruangan.

Meninggalkan kue itu sendirian.

.

Jadi,

Kalau anda tak ingin kecewa dan menyesal karena melakukan “sesuatu” yang seharusnya tidak anda lakukan.

Maka,

Hilangkan “sesuatu’ -apa pun itu- dari pandangan anda.

Karena.

Jika tak ada dalam pandangan anda, maka tak ada dalam pikiran anda.

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: